Breaking News

JPZIS BERES Menjaga tradisi halal bihalal tak Sekadar Silaturahim Saling Memaafkan, tapi juga menyatukan potensi umat melalui NU Care-LAZISNU

 


PATROLI88INVESTIGASI.COM

JPZIS NU Care-LAZISNU Beres Purwokerto Barat menjadi pelopor dalam menjaga, melestarikan budaya tradisi sowan silaturrahmi Halal bihalal sungkeman ke beberapa potensi yang ada di wilayah Purwokerto Barat khususnya dan wilayah Kabupaten Banyumas pada umumnya, dalam minggu pertama syawal diawali sowan ke sesepuh pinisepuh, para kiai, ulama alim, ketua organisasi / lembaga, pimpinan institusi, tokoh masyarakat, tokoh agama, selanjutnya ke beberapa pengusaha muda NU dan non NU serta para aktifis seni budaya dan media yang dimulai dari tanggal 2 syawal 1443 H sampai hari ini sambil syiar NU Care-LAZISNU



JPZIS Beres yakin budaya trasi sowan silaturrahmi halal bi halal sungkeman merupakan budaya asli Indonesia tak hanya sekadar silaturahim dan saling memaafkan. “Yakinlah Paradigma halal bihalal, dalam rangka Idul Fitri, perlu terus dijaga dan diperluas, karena tidak hanya sekadar untuk silaturahim dan bermaaf-maafaan. Paradigma halal bihalal sangat penting sebagai formula untuk menggali dan menyatukan potensi kita masing-masing, potensi umat,” kata Ketua JPZIS NU Care-LAZISNU Beres Purwokerto Barat Banyumas, Kyai Mustholih didampini Istri Nyai Ngatmi.

Ia mengatakan hal itu dikediamanya di wilayah Pekuncek Pasir Kidul, saat menerima rombongan Pengurus Harian dan Petugas Lapangan Jaringan Pengelola Zakat Infaq Shadaqah Berkah Remen Silaturrahmi (PZIS BERES) dalam rangka Halal Bihalal dan Silaturahim Idul Fitri 1441 H, Ahad malam (08/05/2022).

Kegiatan sowan silaturrahmi lanjutan dari kediaman ke kediaman yang dilaksanakan pada Ahad malam (08/05/2022) bersama Pengurus Harian dan Petugas Lapangan JPZIS, Wakil Ketua, Ustadz Daryanto, Sekteratis Asron, Bendahara, Sri Wakhyuni, Petugas Lapangan Jamali, Asyiah, Rois, Auliya, Pembina dan Penasehat, Djarmanto, yang kemudian melanjutkan sowan silaturrahmi ke kediaman beberapa pengusaha muda NU, H. Rony, Waryono dan Tokoh Agama mantan Rois Syuriah MWC NU Kec Purwokerto yang sekang menjadi Ketua Umum Pengurus Jam'iyyah Ahlith Thariqah aI-Muktabarah an-Nahdliyah (JATMAN) Kab Banyumas. KH. Wachid.

Halal bihalal keliling sowan silaturrahmi yang di pimpin ustadz Daryanto dibuka dengan doa, murni niat ingsun sowan silaturrami ke beberapa tokoh Agama dan masyarakat. Selain mengucapkan do'a Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Ya Karim, waja'alana minal aidin wal faizin, JPZIS juga menyampaikan ucapan Selamat Idul Fitri, permohonan maaf lahir batin atas kilaf, salah dan dosa kepada semua yang disowani, Tim JPZIS Beres juga nyadong do'a pangestu serta nasehat-nasehat kehidupan kepada beliau-beliau semua.

“Kami selalu merindukan doa pangestu dan tausiyah para kiai dan alim ulama. Kami kangen untuk bisa mendapatkan setrum di-charge oleh Pak Kiai,” kata ustdaz Daryanto, wakil ketua JPZIS.

Kiai Mustolih dan KH Wachid serta H Roni secara umum sama-sama intinya mengemukakan, bahwa paradigma halal bihalal itu sangatlah luas. “Paradigma halal bihalal itu selalu dinamis dan bisa mencakup semua aspek kehidupan umat dalam mengarungi kehidupan dan berorganisasi seperti halnya yang ada di LAZISNU baik itu JPZIS Beres maupun UPZIS,” tegas KH Wachid.

Pengusa Muda NU yang sukses dalam bidang distributor buah segar, yang energik dan dermawan, menambahkan  paradigma halal bihalal sangat jelas menguatkan potensi umat maupun para anggota dalam sebuah organisasi, lembaga, keluarga maupun komunitas. “Paradigma halal bihalal, setiap orang pasti sudah diberi oleh Allah Swt dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Di balik kekurangannya, setiap orang pastilah punya kelebihan. Dengan Paradigma halal bihalal kita dapat melihat setiap orang lebih dari sisi positifnya, kemudian kita mengimplementasikan dan menyatukan kelebihan masing-masing itu dalam organisasi / lembaga, keluarga maupun komunitas kita khususnya di NU Care-LAZISNU,” papar H. Roni.

bila dirangkum apa yang sudah didapatkan tim JPZIS Beres dalam melestarikan budaya tradisi sowal silaturrahmi halal bi halal dan sungkeman, ada empat multivitamin nasehat kehidupan dan doa diantaranya : 

1. Ora ana pujian tanpa ujian, Ora ana mulya rekasa, lan ora ana ayeming ati tanpa nyedak marang Gusti Allah Swt

2. Mengeluh hanya akan membuat hidup kita semakin tertekan, sedangkan bersyukur akan senantiasa membawa kita pada jalan kemudahan

3. Biarkan kebaikanmu melalu aktifitas NU Care-LAZISNU seperti hujan, yang tidak pernah peduli pada siapa ia jatuhnya.

4. selalu mendapatkan do'a sapu jagad, Aamiin

Asiknya sowan silaturrahmi halal bi halal sungkeman yang dapat menciptakan keharmonisan antar sesama manusia, biasanya diawali dengan saling bermaafan atas segala kesalahan melalui tradisi sungkeman. “Jadilah pemaaf dan anjurkanlah orang berbuat baik, bekerjasama tolong menolong dalam kebaikan dan saling mendoakan untuk saling menyemangati. pungkas Djarmanto,

(Shlh)



No comments