Notification

×

Iklan


Diduga Mabuk, Oknum Kuwu Ancam Warga Dengan Sajam

9 Mei 2022 | Senin, Mei 09, 2022 WIB Last Updated 2022-05-09T13:06:00Z


Cirebon –  Patroli88investigasi,Com_Diduga dibawah pengaruh minuman keras dan dalam kondisi mabuk, seorang kuwu di salah satu desa di Kecamatan Lemahabang berinisial HL melakukan pengancaman menggunakan senjata tajam (Golok), kepada NL dan 2 orang lainnya yang pada saat itu berada di TKP, yang merupakan warga desa di Kecamatan Lemahabang Kabupaten Cirebon berinisial PR.

Bermula, pada Minggu 8 Mei 2022 sekira pukul 01.00 dini hari, oknum Kuwu mendatangi sebuah rumah dilain desa dengan rumah Kuwu tersebut. Sambil membawa sajam berupa golok, oknum Kuwu HL masuk kerumah korban dan berteriak dengan nada tinggi menanyakan suami dari korban NL, sembari mengacungkan golok tersebut ke arah NL.

Selanjutnya ia memeriksa seluruh ruangan untuk mencari suami korban, dirasa apa yang dicarinya tidak ditemukan oknum Kuwu tersebut kemudian keluar dari rumah dan membacokan golok nya ke sudut dinding dan menghajar pintu rumah.

Kemudian oknum Kuwu tersebut mengancam korban NL dengan nada  tinggi dan meminta agar NL memberitahukan suaminya kalau ia akan datang lagi esok hari. “Kamu bilangin suamimu, nanti jam 2 malem atau besok saya akan datang lagi kesini dan kalau ketemu di jalan ya hukum rimba yang berlaku,” ucapnya.

Akibat perlakuan oknum Kuwu, korban NL dan 2 orang lainnya merasa takut dan langsung melaporkan ke Polsek Lemah Abang Kabupaten Cirebon, dengan bukti nomer laporan LP/B/22/V/2022/Sek Lemahabang/Resta-CRB/Polda Jabar.

Menurut Shomad Jajat Permana SH selaku Kuasa hukum dari korban NL dan juga Kabid Hukum dan HAM di LSM Barak Indonesia Mada Kab Cirebon meminta agar pasal yang dituangkan jangan hanya pasal 335 ayat 1 KUHP saja, tapi ada beberapa pasal yang harus diterapkan, diantaranya yaitu pasal 2 UU No 12 /Drt tahun 1951, tentang penggunaan senjata tajam.

Sementara, di tempat terpisah, Ketua LSM Barak Indonesia Mada Kabupaten Cirebon Toat hidayat menyayangkan perbuatan oknum Kuwu tersebut. Menurutnya seorang Kuwu seharusnya bisa memberi contoh yang baik kepada masyarakat, bukan sebaliknya.

“Jelas ini dapat merusak nama baik dan citra seorang Kuwu, karena Kuwu di pilih oleh masyarakat. Terlebih Kuwu adalah panutan bagi masyarakat. Toat Hidayat mengutuk keras perbuatan oknum Kuwu tersebut. Begitu juga dengan LSM Barak Indonesia Markas daerah Kab Cirebon, yang menjalankan tupoksinya sebagai sosial kontrol serta akan mengawal proses hukum sesuai SOP. (Maman / agus gusbur Korwil)


×
Berita Terbaru Update