-->
  • Jelajahi

    Copyright © Patroli88investigasi.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    KURANG LEBIH 5000 WARGA KABUPATEN KUNINGAN MASUK KATAGORI ODGJ , TERMASUK SAYA

    20 April 2022, Wednesday, April 20, 2022 WIB Last Updated 2022-04-20T02:46:33Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    Kuningan ,Patroli88investigasi.com –
    Memprihatinkan. Begitu ketika melihat Data yang dirilis Dinas Sosial Kab Kuningan per  bulan Maret 2022 , tercatat lebih dari lima ribu warga Kabupaten Kuningan mengalami gangguan jiwa atau ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa ) .

    Menurut Kasie Rehabilitasi sosial Didi Ahyana  mendampingi Kabid Rehabilitasi sosial Dinas Sosial Kab Kuningan , Endi Susilawandi , Diprediksi Didi , jumlah ODGJ akan mengalami penambahan disetiap tahunnya . Asumsi ini karena separuh lebih dari jumlah ODGJ penyebabnya tekanan dan beban hidup, Kebanyakannya dari  persoalan ekonomi.  

    Misalnya, hutang yang menggunung ditagih dari sana sini, orang pasti tertekan. Mencari nafkah hidup yang semakin sulit, orang pasti stess, buat yang sudah berkeluarga hal ini bisa menjadi konflik dalam rumah tangga , tidak jarang yang berujung pada perceraian beban jiwa lagi.  

    Orang dihukum karena mencuri terdesak ekonomi , beban jiwa lagi, stress tidak bisa kuliah karena tidak ada biaya , beban jiwa lagi. Semakin berat beban jiwa, semakin berat tekanan jiwa, kalau tidak kuat iman dan jiwa pasti depresi, otak bisa tidak sehat,  jiwa sakit , ODGJ lah akhirnya, kalau tidak  bunuh diri dengan Gandir (meminjam istilah kang Tatang di Inilah Kuningan) sebagai jalan pintasnya. Sekarang , krisis ekonomi belum pulih, belum bisa teratasi , jadi potensi orang yang depresi akan selalu bertambah. Dan ironisnya lagi  sebagian ODGJ itu merupakan usia produktif .

    Untuk menekan angka ODGJ saat ini,  pihaknya selalu  berkordinasi dengan pemerintah desa, yang memang   bersinggungan langsung dengan hidup dan kehidupan masyarakat. Termasuk melakukan sosialisasi, penanganan dini orang yang berpotensi mengalami gangguan jiwa dengan mengenali tanda-tanda dan tingkatan beban kejiwaannya. Semakin diketahui lebih awal gejalanya, semakin bisa diantisipasi dan dicegah.  

    Dan ini tugas internal di keluarga masing masing, terutama peran orang tua. Selain mengenali gejala awal gangguan jiwa,  kami pun mensosialisakan prosedur dalam penanganan ODGJ baik di keluarga maupun untuk pemerintahan desanya . 

    " Masih sering masyarakat yang kurang paham dalam penatalaksanaan ODGJ . Mereka biasanya langsung mengirim ODGJ ke Dinas Sosial , padahal idealnya dibawa dulu ke puskesmas,  hasil observasi dari puskesmas itulah yang akan menentukan penanganan ODGJ selanjutnya . Dirawat dan diobati di rumah atau harus ditangani di rumah sakit. Dan kalau sekiranya harus dibawa ke Rumah Sakit Khusus jiwa di luar  Kuningan, padahal keluarga ODGJ termasuk keluarga yang tidak mampu, kamilah dari dinsos yang membawanya, " jelas Didi. 

    Selain membantu mengantar pasien ODGJ ke rumah sakit khusus jiwa, Dinsos Kuningan  melakukan rehabilitasi ODGJ pasca perawatan di ruang yang sudah disediakan di Gedung Kantor Dinas Sosial . Itupun dengan segala keterbatasan , ungkap Didi. 

    Kami di bidang rehabilitasi kadang suka kebingungan , masalahnya anggaran nya memang terbatas , bahkan tidak jarang kami patungan dari kocek sendiri ,sebab bagaimanapun juga pelayanan kepada masyarakat harus diberikan meskipunn anggarannya tidak ada,  apa itu ga stress  ? keluhnya sambil memegang pening.  Ah,  biarpun stress tidak ada anggaran ,  mudah mudahan tidak ikut -ikutan sakit jiwa ya pak ?Apalagi sampai jadi ODGJ,  termasuk saya , yang ikut-ikutan stress dan tidak habis pikir  kenapa untuk hal pelayanan masyarakat seperti itu,  asistensi anggarannya di apbd tidak di acc ! Wah ... wah ... Wah ....

    (didik al khadil /gusbur)



    Komentar

    Tampilkan

    Terkini