Breaking News

SETELAH MINYAK GORENG , KINI PERTALITE PUN IKUTAN LANGKA DI SEJUMLAH SPBU DI KUNINGAN Kuningan ( Patroli 88 ) Setelah beberapa pekan lamanya masyarakat direpotkan dengan susahnya memperoleh minyak goreng , kini lagi-lagi mayarakat dibuat susah untuk membeli bahan bakar pertalite. Terlihat dibeberapa SPBU , salah satunya SPBU di jalan raya Jalaksana tampak antrian kendaraan hanya pengisian bahan bakar jenis Pertamak. " Kami hanya melayani yang Pertamak mas, Pertalitenya lagi kosong , seperti hatiku yang juga kosong ," jelas Nita petugas pengisian SPBU sambil tersenyum manis kepada wartawan Patroli yang juga manis. Sama halnya dengan di SPBU Jalaksana , di SPBU lainpun antrian kendaraan hanya melayani pengisian Pertamak. Kebanyakan jenis kendaraan roda empat. Yang motor biasanya cuma melintas setelah tahu Pertalitnya langka. Ada juga yang berhenti sebentar , sekedar bertanya pada petugas wanita yang cantik-cantik. Jaja salah seorang warga jalan Tomik Desa Jalaksana mengeluhkan dengan sering hilang nya Pertalit di SPBU. Untuk memaksakan beli Pertamak , dirinya menghitung harganya kurang ekonomis , lebih mahal dibanding pertalite. "Kalau untuk usaha SILATURAHMI seperti saya , pasti rugi lah. Apalagi kalau yang ditemuinya gak ada. Saya kan kerjanya muter , ke kantor-kantor desa, ke sekokah-sekokah , ke dinas-dinas .Mobilisasi nya tinggi, sehari bisa 300 km , bayangkan kalau pake Pertamak , biaya beli bahan bakar pasti lebih besar dibanding kalau beli Pertalite. Moal udud atuh wa ..." keluhnya . "Saya kerja di media sudah lama mas , nabi Adam belum turun ke bumi saya sudah jadi wartawan. Kakau Pak Samu ,lebih senior lagi , bumi belum dicipta beliau sudah jadi pemred." jawabnya padahal ga ditanya. Dulu kalau getting ,saya sampe ke planet- planet mas ,,, ( boa edan ,,,)

 


Nasiiiiib jadi wong cilik masss


SETELAH MINYAK GORENG , 

KINI PERTALITE PUN  IKUTAN LANGKA

DI SEJUMLAH SPBU DI  KUNINGAN



Kuningan ( Patroli 88 Investigasi. Com )

Setelah beberapa pekan lamanya masyarakat  direpotkan dengan susahnya memperoleh minyak goreng , kini  lagi-lagi mayarakat dibuat susah untuk membeli bahan bakar pertalite.


Terlihat  dibeberapa SPBU , salah satunya SPBU di jalan raya Jalaksana  tampak antrian kendaraan hanya  pengisian bahan bakar jenis Pertamak. 

 " Kami hanya melayani yang Pertamak mas, Pertalitenya lagi kosong , seperti hatiku yang juga kosong ," jelas Nita petugas pengisian SPBU sambil tersenyum manis kepada wartawan Patroli yang juga manis.


Sama halnya dengan di SPBU Jalaksana , di SPBU lainpun antrian kendaraan  hanya melayani pengisian Pertamak. Kebanyakan jenis kendaraan roda empat. Yang motor biasanya cuma melintas setelah tahu Pertalitnya langka. Ada juga yang berhenti sebentar , sekedar bertanya pada petugas wanita yang cantik-cantik.

Jaja salah seorang  warga jalan Tomik Desa  Jalaksana mengeluhkan dengan sering hilang nya Pertalit di SPBU. Untuk memaksakan beli Pertamak , dirinya menghitung harganya kurang ekonomis , lebih mahal dibanding pertalite.   

"Kalau untuk usaha SILATURAHMI  seperti saya , pasti rugi lah. Apalagi kalau yang ditemuinya gak ada. Saya kan kerjanya muter , ke kantor-kantor desa, ke sekokah-sekokah , ke dinas-dinas .Mobilisasi nya tinggi, sehari bisa 300 km , bayangkan kalau pake Pertamak , biaya beli bahan bakar pasti lebih besar dibanding kalau beli Pertalite. Moal udud atuh wa ..." keluhnya .

"Saya kerja di media sudah lama mas , nabi Adam belum turun ke bumi saya sudah jadi wartawan. Kalau Pak Samu ,lebih senior lagi , bumi belum dicipta beliau sudah jadi pemred." jawabnya  padahal ga ditanya.


Dulu kalau getting ,saya sampe ke planet- planet mas ,,, ( boa edan ,,,)


Kuningan ( Patroli 88 Investigasi. Com) 

Setelah beberapa pekan lamanya masyarakat  direpotkan dengan susahnya memperoleh minyak goreng , kini  lagi-lagi mayarakat dibuat susah untuk membeli bahan bakar pertalite.


Terlihat  dibeberapa SPBU , salah satunya SPBU di jalan raya Jalaksana  tampak antrian kendaraan hanya  pengisian bahan bakar jenis Pertamak. 

 " Kami hanya melayani yang Pertamak mas, Pertalitenya lagi kosong , seperti hatiku yang juga kosong ," jelas Nita petugas pengisian SPBU sambil tersenyum manis kepada wartawan Patroli yang juga manis.


Sama halnya dengan di SPBU Jalaksana , di SPBU lainpun antrian kendaraan  hanya melayani pengisian Pertamak. Kebanyakan jenis kendaraan roda empat. Yang motor biasanya cuma melintas setelah tahu Pertalitnya langka. Ada juga yang berhenti sebentar , sekedar bertanya pada petugas wanita yang cantik-cantik.

Jaja salah seorang  warga jalan Tomik Desa  Jalaksana mengeluhkan dengan sering hilang nya Pertalit di SPBU. Untuk memaksakan beli Pertamak , dirinya menghitung harganya kurang ekonomis , lebih mahal dibanding pertalite.   

"Kalau untuk usaha SILATURAHMI  seperti saya , pasti rugi lah. Apalagi kalau yang ditemuinya gak ada. Saya kan kerjanya muter , ke kantor-kantor desa, ke sekokah-sekokah , ke dinas-dinas .Mobilisasi nya tinggi, sehari bisa 300 km , bayangkan kalau pake Pertamak , biaya beli bahan bakar pasti lebih besar dibanding kalau beli Pertalite. Moal udud atuh wa ..." keluhnya .

"Saya kerja di media sudah lama mas , nabi Adam belum turun ke bumi saya sudah jadi wartawan. Kalau Pak Samu ,lebih senior lagi , bumi belum dicipta beliau sudah jadi pemred." jawabnya  padahal ga ditanya.


Dulu kalau getting ,saya sampe ke planet- planet mas ,,, ( boa edan ,,,)

Catatan ringan jurnalis Patroli88investigasi.com didi supriadi

No comments