Breaking News

PROGRAM RUTILAHU BUKAN UNTUK KELUARGA MISKIN


Kuningan,Patroli88investigasi.com_Program Rutilahu tahun anggaran 2022 akan segera digulirkan di Kab.Kuningan . Besarnya anggaran yang dikucurkan , menurut Kabid DPKPP Aan Burhanudin Kuningan  Putu Bagiasna yaitu   sebesar  Rp. 10 Milyar  yang merupakan belanja APBD Propinsi Jabar.  Dijelaskan Putu ,  Anggaran itu nantinya akan digunakan untuk merehabilitasi  480 rumah yang  tidak layak huni. Bisa saja tidak layak secara kontruksi , keandalan bangunan maupun tidak layak dari persyaratan  kesehatan, tidak ada ventilasi udara maupun sanitasi rumah, terangnya. " Kita sedang fokus pada program ini,  sekarang sudah mulai melaksanakan tahapan - tahapan Rutilahu, misalnya sosialisasi dan pendampingan  di lapangan oleh fasilitor program . Diharapkan pelaksanaan pekerjaan sudah bisa dimulai bulan depan ." harap Putu . Dari 480 penerima manfaat bantuan Rutilahu,  sudah teralokasikan  di 20 desa yang tersebar di beberapa kecamatan. Setiap desa mendapat 24 rumah, Jelas Putu.

Kabid perumahan DPKPP Aan Burhanudin menambahkan, untuk terlaksananya Rutilahu tahun ini ,  dirinya selalu menekankan  agar fasilitator  kecamatan  ikut  membantu fasilitator kabupaten dan tim teknis kabupaten  untuk bekerja profesional dan maksimal agar  program Rutilahu terlaksana sesuai harapan.  Sebab dari hasil evaluasi tahun sebelumnyab, ada beberapa hal yang harus diperbaiki ,  baik teknis maupun non teknis . Dan , program Rutilahu sebenarnya bukan untuk orang miskin, tetapi untuk keluarga yang berpenghasilan rendah atau MBR.

 "Agar tidak muncul permasalahan , maka sosialisai dan pemahaman program rutilahu kepada masyarakatpun harus dioptimalkan terutama  kepada aparatur desa dan LPM . Setiap tahapan harus selalu di evaluasi. Mulai dari penetapan Calon Penerima Calon Lokasi ( CPCL ) , rencana teknis pekerjaan , Rencana Anggaran Biaya ( RAB) harus sesuai petunjuk umum kegiatan  juklak dan juknis . Pokoknya tahapan kegiatan harus di verifikasi , dilaporkan dan dievaluasi.

 Termasuk pada saat rembuk warga. Fasilitator atau LPM  dilarang mengarahkan pada  suplayer / toko bangunan tertentu. Harga bahan dan alat bangunan harus harga wajar. Begitupun kesepakatan upah pekerja.  ini penting , sebab  kadang ini yang suka menimbulkan masalah ." tegas Aan 

Untuk Progran Rutilahu  tahun 2022 ini , masih menurut Kabid  Aan,  ada penambahan nilai bantuan. Kalau tahun sebelumnya 17,5 juta dengan rincian  16,5 juta  untuk belanja alat dan bahan bangunan , 700.000 untuk upah kerja dan 300.000 untuk operasional LPM. Maka tahun sekarang besarannya menjadi 20 juta untuk satu unit rumah penerima manpaat .Rinciannya 17.500.000 untuk belanja bahan dan bangunan dan 2,5 juta  untuk upah tenaga kerja. Begitupun  dengan penyaluran bantuannya, uang bantuan stimulan Rutilahu tahun ini   nantinya akan masuk di rekening LPM bukan melalui rekening keluarga   penerima bantuan. " Kenapa harus ke rekening   LPM ?   sebab Rutilahu itu atas usulan LPM ke pemerintahan desa. Prosenya , 

LPM mengajukan ke desa,  dari pemerintahan Desa itu diusulkan  lagi  ke Dinas Perumahan yang kemudian oleh dinas diserahkan ke bupati untuk diteruskan lagi ke gubernur . Jadi , LPM lah yang  merupakan penerima bantuan program dan masyarakat hanya sebatas penerima manpaat.

"Sekarang Maindset dalam  Rutilahu harus dirubah,  bukan dari rumah biasa agar menjadi rumah mewah. Tetapi dari rumah tidak layak menjadi layak huni, ini yang harus di eksplor pemahamannya."Sekali lagi ,Rutilahu ini bukan untuk keluarga  miskin , tetapi untuk keluarga masyarakat berpenghsilan rendah (MBR).

Ini  stimulan bukan bantuan sepenuhnya. Kalau orang miskin yang dapet program , sedangakan biaya lebih dari 20 juta , dikhawatirkan  penyelesaian pekerjaannya tidak tuntas dan acak acakan . Ini yang nanti jadi masalah dalam pelaporan, tegas Aan .  Makanya untuk suksesnya program ini , keluarga penerima manpaat harus membuat  surat pernyataan  mengenai keswadayaan biaya . Minimal nilai swadaya yang sudah disiapkan setara dengan RAB dikurangi 20 juta" , pungkas Aan. ( didik . s /Kadil )

No comments