Media Partner

Media Partner

Breaking News

Genjotan vaksin Serentak desa dan pihak dinas terkait Instruksikan ke warga




Cilacap,Patroli88investigasi.com_Desa  Jetis  dan pihak puskesmas Nusawungu mengadakan kegiatan percepatan akselerasi vaksinasi serentak seluruh Indonesia dengan hadir secara langsung di pendopo baledesa ,  Jetis   (12 /1/2022).

Dalam kegiatanya kades  meminta kepada seluruh jajarannya di wilayah dengan bersinergi seluruh warga  terkait, untuk terus mengejar target vaksinasi khususunya di wilayah desa Jetis kec Nusawungu kabupaten Cilacap.

"Ini secara nasional dilaksanakan vaksinasi serentak di seluruh Indonesia, Harapan kita, bisa terus mengejar pencapaian vaksinasi. 

Babbin dan babinkamtibmas Polsek Nusawungu itu dan pihak puskesmas menekankan, kepada wilayah yang sudah mencapai atau melebihi target 80% persen, untuk segera melakukan percepatan vaksinasi terhadap masyarakat Lanjutnya

"Kemudian dari jumlah penduduk desa Jetis     sudah mencapai  mencapai 80% kata pemdes setempt ketika di konfirmasi oleh awak media dan masyarakat sudah banyak yang sadar dan datang sendiri secara sukarela mengikuti vaksin covid 19 tuturnya 

Dalam   menyelesaikan ini dalam waktu cepat  untuk bisa mencapai 100 persen," ujar pemdes tersebut

Menurut pemdes Jetis  percepatan vaksinasi terhadap masyarakat menjadi penting. Mengingat, saat ini telah di buka tempat wisata yang ada di desa Jetis maka dari itu seluruh warga masyarakat harus ikuti program pemerintah  tidak menutup kemungkinan dari pengunjung yang datang dari luar kota atau dari luar negeri ada yang kena virus yang baru .dan sekolah juga sudah lama di buka   Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah. Dengan disegerakannya proses vaksinasi, hal itu akan meminimalisir risiko-risiko penyebaran virus corona. 

"Ini menjadi penting karena PTM sudah lama  dibuka. Sehingga mau tidak mau ada potensi terjadinya kontak erat, potensi terjadinya carrier dan munculkan klaster baru .


Lebih dalam, pemdes  menyebut, percepatan vaksinasi, juga merupakan kunci untuk mengantisipasi dan meminimalisir risiko dari varian baru Covid-19, Omicron. 

Pemdes  memaparkan, varian Omicron bisa menjangkiti masyarakat yang sudah mendapatkan vaksin. Namun, tingkat fatalitas yang disebabkan menjadi rendah karena sudah mendapatkan suntikan vaksin. Hal itu berbeda dengan masyarakat yang belum mendapatkan vaksinasi, tingkat risikonya jauh lebih tinggi.

"Kita jaga masyarakat  usia lansia dan yang memiliki komorbid yang belum sempat divaksin. Dan cepat mengikuti vaksin  biar imun lebih kuat   apabila ini sampai terjangkit. Karena itu dalam kesempatan ini saya imbau untuk masyarakat, yang belum vaksin segera datangi tempat yang ada , segera hubungi titik-titik vaksinasi yang sudah disiapkan baik oleh Pemda, Kecamatan Polri  dengan bekerjasama dengan TNI, seluruh relawan,  supaya kita yakin keluarga kita betul-betul sudah divaksin. Karena jenis baru sudah di depan mata  .

Oleh karena itu, pemdes  tak lelah kembali menghimbau dan memberikan edukasi kepada masyarakat, untuk segera dan tidak takut melakukan vaksinasi serta menerapkan protokol kesehatan (prokes) . 

"Karena itu kita dorong bagaimana kembali ingatkan masyarakat untuk betul-betul melaksanakan protokol kesehatan dengan baik, gunakan masker, jaga jarak, dan kemudian mulai lakukan kegiatan tracing dan testing yang baik manakala di satu wilayah, ditemukan terjadinya klaster. Karena ini memang betul-betul harus kita laksanakan. Sekali lagi percepat vaksin, tetap pakai masker dan betul-betul laksanakan prokes dengan baik," pemdes Jetis 

Dalam kesempatan tersebut desa jetis pada hari Rabu menyediakan vaksin satu(1) macam.vaksin sinovac. Tahap ke dua .

Saat memberikan keterangan bahwa wilayah desa Jetis   sudah mencapai target 80% persen dan yang vaksin di desa Jetis pada  hari Rabu sebanyak 225 lebih tutur  kata petugas keamanan desa setempt ( linmas) setempt .dan di dukung oleh pemdes Jetis .

 Kemudian kades mengingatkan kembali ke masyarakat terkait masalah prokes. Karena memang ini varian baru kecepatan penyebarannya dalam waktu yang sangat singkat  sudah bisa menular dan menyebar. Walaupun secara fatalitas risikonya rendah. Namun demikian terhadap yang belum divaksin ini tentu berbeda," tutup kades muharno S ,sos (shlh).

Tidak ada komentar