Media Partner

Media Partner

Breaking News

Yono Wahyudi SH ; Kiat Kuat Gapensi Untuk Bersinergi dengan Bedas

 


Soreang, patroli88investigasi.com – Yono Wahyudi S.H., seorang pengusaha kelahiran Bandung 10 Agustus 1969, merupakan calon tunggal yang terpilih secara aklamasi sebagai pimpinan BPC Gapensi Kabupaten Bandung, mempunyai kiat yang kuat untuk mewujudkan perubahan melalui pola kerjasama yang Bersinergi antara Gapensi dengan program Pemerintahan Kabupaten Bandung melalui Visinya. Yaitu Bangkit Edukasi Dinamis Agamis dan Sejahtera (BEDAS).


Yono menambahkan, " Di masa pasca pandemi Covid-19 ini untuk memaksimalkan kinerja pelaksanaannya memang cukup berat, terutama terkait dengan proses perizinan yang berintegrasi  OSS ( Online Single Submission ).


Selanjutnya Yono juga menegaskan, " Meskipun cukup sulit, saya bersama rekan-rekan merasa optimis bisa melakukan yang terbaik," katanya di sela-sela acara musyawarah Cabang XII Badan Pimpinan Cabang (BPC) Gabungan Pelaksana Kontruksi Nasional Indonesia (GAPENSI) dengan semangat pemulihan ekonomi, Gapensi mewujudkan infrastruktur yang berkualitas dan berkelanjutan guna menunjang terwujudnya masyarakat Kabupaten Bandung yang Bangkit Edukasi Agamis dan Sejahtera (BEDAS).

Atas dasar itu, dia berkeinginan untuk mengubah paradigma tersebut, melalui pembinaan anggota atau rekan-rekan secara signifikan melalui pengembangan wawasan dan menumbuhkan rasa tanggung jawab yang tinggi, agar pelaksanaan infrastruktur nanti tidak mengesampingkan kualitas.

Alasan lainnya, ungkap Yono yang menjabat sebagai pimpinan BPC Gapensi Kab. Bandung dengan masa jabatan 2021-2026 itu, " Yang mengakibatkan kualitas infrastruktur cukup buruk tentu saja ada beberapa faktor yang mempengaruhinya seperti, penawaran pekerjaan rendah, hanya mencari keuntungan semata, dan pengurangan bahan baku.

Dan ditanyakan tentang siapa pelaku usaha yang kurang profesional tersebut ? Yono mengatakan, " Bisa saja itu dari Gapensi atau dari pengusaha lainnya, makanya saya berkeinginan untuk segera melakukan perubahan".

(Dede wahyudin)

Tidak ada komentar