Media Partner

Media Partner

Breaking News

Masyarakat Somambawa Minta Kepada B2PJN Terkait Preservasi Jalan Nasional Dibongkar Kembali


Nias, - Patroli88investigasi.com-Dihadapan Tim B2PJN Sumut, Masyarakat Kecamatan Somambawa, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara  minta Proyek Preservasi Jalan Nasional dari Teluk Dalam Menuju Gunungsitoli Dibongkar dan Dibangun Kembali karena tidak sesuai dengan realita di lapangan. Rabu. 13/10/2021.


Masyarakat Desa Somambawa mengharapkan segera mungkin di lakukan pengauditan terhadap pembangunan Proyek Preservasi Jalan Nasional dari Teluk Dalam Menuju Gunungsitoli dikarenakan pembangunan tersebut jauh dari kata layak.


Salah satu Tokoh Masyarakat Desa Kecamatan Somambawa, Liatulo Telaumbanua, saat menyampaikan keluhan dihadapan TIM B2PJN Sumut. dianya berharap agar pembanguan tersebut di bongkar. 


lebih lanjut Liatulo Telaumbanua menyampaikan Pekerjaan proyek preservasi Jalan Nasional Tahun 2021 di Pulau Nias yang menelan anggaran sekitar Rp 17 miliar diminta agar dibongkar dan dibangun kembali, hal tersebut disampaikan salah seorang tokoh masyarakat Kecamatan Somambawa, dihadapan Tim B2PJN Wilayah Sumatera Utara, yang turun kelapangan saat melakukan pengecekan di salah satu titik pekerjaan yang terletak di Kecamatan Somambawa Kabupaten Nias Selatan.


“Kami sangat kecewa dengan pembangunan ini, dimana tidak sesuai dengan bestek. Jelas kami masyarakat sebagai penerima manfaat sangat dirugikan atas hasil pekerjaan ini," tandas. Liatulo Telaumbanua saat melakukan pengecekan pekerjaan tersebut di Desa Fanedanu, Rabu (13/10/2021) siang.


Liatulo Telaumbanua pun mengungkapkan dihadapan tim B2PJN Sumut bahwa pembangunan Swakelola parit atau drainase disepanjang jalan tersebut tidak mengikuti ketentuan yang sudah ditetapkan.


“Bagaimana pekerjaan ini bisa sesuai bestek, lantai bawah saja tidak ada disemen, saya berharap agar pembangunan ini segera di bongkar dan dibangun kembali,” tegasnya sambil menunjukan pekerjaan parit tersebut.


Gembira Harita, warga Desa Sitolubanua juga mengatakan kepada awak saya sendiri sangat kecewa dengan hasil pekerjaan ini, sambil menujukan parit di Desa Sitolubanua.



"Sebenarnya kita bangga dengan adanya bangunan swakelola/parit ini sebenarnya, agar air hujan itu bisa mengalir, tapi sayang bukan difungsingkan untuk air bisa jalan malah jadi tampungan air sama seperti kolam bebek, kalau menurut saya bagus dibongkar dan dibangun kembali. Cetusnya


Sementara itu, salah satu Tim B2PJN Wilayah Sumatera Utara, Robert Siahaan dihadapan sejumlah wartawan dilokasi pekerjaan mengakui bahwa pihaknya melaksanakan pengecekan atas beberapa pekerjaan yang telah dilaporkan oleh Aliansi Masyarakat Sipil Pemerhati Pembangunan (AMSP2-KN) Kepulauan Nias beberapa waktu lalu adalah tindaklanjut atas janji Kepala B2PJN Sumut, untuk bersama-sama melakukan pengecekan.


“Saya belum bisa menyampaikan bagaimana penilaian kami saat ini, karna kami hanya difasilitas oleh atasan kami, segala penilaian atau temuan kami  terkait kinerja PPK 3.5 nanti kita laporkan ke pimpinan dan kami memenuhi janji Kepala Balai terhadap Aliansi", jelas Robert Siahaan selaku Pejabat Fungsional Ahli Madya B2PJN Sumut.


“Apa saja kelemahan dan kekurangan dalam pekerjaan ini, akan kami laporkan kepada kepala Balai, semua temuan Tim kami sudah kita sampaikan di WA Grup”, terang Robert Siahaan.


Untuk diketahui, kedatangan Tim B2PJN Sumatera Utara tersebut dalam rangka menindaklanjuti laporan Aliansi Masyarakat Sipil Pemerhati Pembangunan (AMSP2) Kepulauan Nias beberapa waktu yang lalu, bahkan telah beberapa kali melakukan aksi Demo di Kantor PPK 3.5 B2PJN Perwakilan Kepulauan Nias dan menuding pekerjaan proyek preservasi Jalan Nasional Tahun 2021 dinilai bobrok dan buruk (pidar/nias)

Tidak ada komentar