Media Partner

Media Partner

Breaking News

DBOKC-FSPTSI Akan Beri Bantuan Hukum Deni Iskandar, Pengemudi Lawan Bajing Loncat yang Dijerat Tujuh Tahun Penjara


Sumbar — Patroli88investigasi.com---Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Transport Seluruh Indonesia (FSPTSI)-Konfederasi Serikat Pekerja Transport Seluruh Indonesia (KSPSI), HM. Jusuf Rizal yang menaungi para Driver (Pengemudi)-Biker-Ojek Kamtibmas Community (DBOKC) Seluruh Indonesia menyatakan akan memberi bantuan hukum kepada pengemudi Deni Iskandar yang mau dijerat hukum tujuh tahun, karena melawan bajing loncat mempertahankan angkutan yang merupakan tanggung jawabnya.


“Kami akan melakukan pembelaan bagi anggota driver yang mau ditersangkakan oleh Kepolisian karena melawan bajing loncat yang hendak menjarah angkutan yang menjadi tanggung jawabnya. Menpertahankan hak dan tanggungjawab, kok dikriminalisasi,” tegas Jusuf Rizal yang juga Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) itu kepada media di Padang, Sumbar terkait kasus Pengemudi Deni Iskandar di Belawan Medan, Sumatera Utara.

Sebagaimana diberitakan, pengemudi Deni Iskandar sedang memarkir mobil truk angkutan untuk menemui mandor. Usai itu Deni melihat ada yang bergerak-gerak di dalam muatannya. Ia kemudian mengambil kayu dan memukulnya berkali-kali untuk mempertahankan barangnya. Satu orang melarikan diri dan satu lagi terluka dibawa masyarakat ke Rumah Sakit. Mereka adalah bajing loncat yang kerap menjarah muatan pengemudi.

Naas rupanya korban yang terpukul oleh Deni Iskandar untuk mempertahankan muatan yang menjadi tanggungjawabnya dari aksi bajing loncat, meninggal dunia di Rumah Sakit. Deni Iskandar pun oleh Kepolisian dijadikan tersangka dan diancam hukuman 7 tahun penjara.

Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Faisal Rahmat mengatakan Deni Iskandar dikenakan pasal 351 ayat 3 KUHPidana atau ancaman hukuman 7 tahun penjara. Menurutnya, persangkaan pasal itu dikarenakan Deni Iskandar telah menghilangkan nyawa seseorang.

Melihat ketidakadilan tersebut Pengurus Wilayah (PW) DBOKC-FSPTSI Sumut dengan Ketua Suhaili Lubis, Alex serta Pengurus Daerah (PD) DBOKC-FSPTSI Medan dengan Ketua Imannuel Nababan bergerak melakukan pendampingan, sehingga kemudian Pengemudi Deni Iskandar memperoleh penangguhan penahanan dari pihak Kepolisian.

Meski demikian karena proses hukumnya akan berlanjut, untuk itu DBOKC-FSPTSI akan memberikan bantuan hukum dan advokasi. Sebab banyak pengemudi buta hukum dan Deni Iskandar hanya mempertahankan hak dan tanggungjawabnya dari penjarahan bajing loncat.

“Deni Iskandar tidak bisa serta merta dijerat hukum. Sebab dia mempertahankan haknya. Jika tidak ada aksi penjarahan oleh bajing loncat, tentu tidak ada reaksi. Semestinya yang harus dihukum itu adalah para bajing loncat termasuk yang melarikan diri,” tegas Jusuf Rizal pria berdarah Madura-Batak, pengacara dan Dewan Kehormatan Peradi Perjuangan.

Menurut Jusuf Rizal pengurus DBOKC-FSPTSI telah menugaskan Ketua Bidang Hukum dan Advokasi PP.FSPTSI-KSPSI, Rusdi, SH, MH dan Tim untuk melakukan pendampingan hukum dan advokasi bagi pengemudi Deni Iskandar yang mengalami musibah tersebut.

Menurut Jusuf Rizal yang juga Ketua Relawan Pekerja dan Buruh Jokowi-KH. Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019 itu, Presiden Jokowi sudah menyatakan perang terhadap Premanisme, Pungutan Liar dan Penjarahan oleh Bajing Loncat. Begitu juga Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang menindak tegas terhadap kegiatan yang melanggar hukum yang menghambat distribusi barang untuk perekonomian dan pembangunan.

“Karena itu para Pengemudi.Biker dan Ojek harus bersatu membela dan mempertahankan hak. Jangan takut selama tidak melanggar hukum. DBOKC-FSPTSI selaku Mitra Kepolisian akan turut bersama untuk membina, melindungi dan mensejahterakan anggota,” tegas Jusuf Rizal Sekjen Perkumpulan Media Online Indonesia (MOI) itu (Mulus) 

Tidak ada komentar