Media Partner

Media Partner

Breaking News

Roji Hidayat siap mensukseskan Program Tatap Muka di SDN 1 Pabedilankidul





Cirebon,patroli88investigasi.com –Sejak pemerintah mengumumkan terdapat kasus terkonfirmasi COVID-19 di Indonesia, pemerintah segera mengeluarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang mengatur salah satunya meliburkan kegiatan sekolah. Saat ini pembelajaran jarak jauh menjadi pilihan untuk menjalankan proses belajar-mengajar. 

Seiring dengan sudah terdistribusinya vaksin COVID-19, pemerintah melalui kementerian pendidikan mencanangkan pembelajaran tatap muka pada tahun ajaran baru 2021 secara terbatas. Survei yang dilakukan UNICEF Indonesia menyebutkan siswa ingin segera kembali ke sekolah, siswa berpendapat merasa tidak nyaman belajar jarak jauh dari rumah.

Kegiatan sekolah tatap muka secara terbatas direncanakan dapat dilakukan setelah pemerintah merampungkan vaksinasi terhadap tenaga pendidik. Walaupun demikian masih terdapat pro dan kontra terkait rencana sekolah tatap muka karena kondisi pandemi COVID-19 yang masih berlangsung. Hingga kini angka kejadian kasus positif dan pasien yang mengalami kematian terus meningkat. Tren peningkatan kasus juga terjadi pada kelompok usia anak-anak. Kondisi ini mengakibatkan rentan terjadinya risiko penularan COVID-19 bila dilakukan sekolah tatap muka. Kegiatan ini mendorong adanya mobilitas anak-anak seperti kegiatan keberangkatan menuju sekolah atau kembali kerumah.

Dalam rangka menyelamatkan pendidikan Indonesia dari dampak pandemi Covid-19, Kemendikbud terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait. Berbagai kebijakan telah dikeluarkan guna memfasilitasi anak-anak agar dapat belajar dengan layak. Salah satunya adalah kebijakan pembelajaran tatap muka.

Kepala SDN 1 Pabedilankidul ROJI HIDAYAT,M.Pd menegaskan, pembelajaran tatap muka menjadi pilihan terbaik berdasarkan hasil evaluasi dan penelitian banyak pihak. Pembelajaran tatap muka sangat berpengaruh terhadap kualitas belajar peserta didik, terlebih dalam hal pendidikan karakter.

Namun demikian, beliau mengingatkan bahwa yang terpenting dari penyelenggaraan pembelajaran tatap muka adalah harus berdasarkan SKB 4 Menteri. Yaitu wajib memenuhi syarat daftar periksa, yang diantaranya mewajibkan ketersediaan sarana prasarana, sanitasi atau toilet sekolah yang bersih dan layak pakai, ada sarana cuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan air mengalir, serta melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala di sekolah.

Kepala SDN 1 Pabedilankidul ROJI HIDAYAT,M.Pd juga menyampaikan, pembelajaran tatap muka ini merupakan bagian dari pemenuhan hak peserta didik untuk mendapatkan pendidikan.

Terkait persiapan pembelajaran tatap muka, hasil evaluasi yang dilakukan Direktorat Sekolah Dasar pada Januari lalu menunjukkan, sebagian sekolah sudah siap menyambut pembelajaran tatap muka  Meskipun masih ditemukan daftar periksa yang belum dipenuhi secara maksimal.

Begitu juga kesiapan ketersediaan sarana cuci tangan pakai sabun, sekolah yang menyatakan memiliki fasilitas tersebut.

pembelajaran tatap muka sudah sangat siap dilakukan. Dari sisi kualitatif, persiapan warga sekolah  rasanya sudah cukup baik. Apalagi dari segi psikologis, warga sekolah baik peserta didik maupun guru sudah sangat merindukan sekolah tatap muka.

Ia menegaskan mendukung penuh penyelenggaraan pembelajaran tatap muka mendatang, dengan catatan jika angka penularan Covid-19 tidak naik signifikan, dan klaster-klaster baru tidak bermunculan.

“Biar lebih aman dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka, selain memenuhi daftar periksa, setiap kelas wajib ada sirkulasi udara,” tegasnya.

(Agus Mulyanto)


Tidak ada komentar