Media Partner

Media Partner

Breaking News

Program CFW atau Padat Karya RW 05 Kedung Krisik Utara Kelurahan Argasunya Rampung 70 Persen


Cirebon, patroli88investigasi.com - Program Padat Karya Rampung 70 Persen, Sekertaris BKM Kelurahan Argasunya, Ujang Ferdi Apresiasi RW 05 Kedung Krisik Utara. Padat Karya atau Cash For Work (CFW) ini merupakan Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU), bantuan langsung dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dimana ada 9 (sembilan) Kelurahan yang ada di Kota Cirebon, mendapatkan program ini.

"Padat karya ini sangat membantu masyarakat dan manfaatnya sangat terasa sekali oleh mereka, dimana Program ini bertujuan untuk memberikan bantuan tunai dalam bentuk upah tenaga kerja kepada mereka yang terdampak Covid-19," Ujar Ferdi.



Ketika memantau pelaksanaan proyek CFW atau padat karya di Kelurahan Argasunya RW 05 Kedung Krisik Utara, Kecamatan Harjamukti, Minggu (22/08/2021).

Sekertaris BKM Bangkit Jaya Kelurahan Argasunya juga mengatakan, dilaksanakan program ini sebagai bentuk upaya mengurangi dampak Pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi masyarakat Kelurahan Argasunya, yang menjadi pekerja dalam kegiatan tersebut.

Ferdi berharap mudah-mudahan infrastruktur yang dibangun, bisa bermanfaat untuk masyarakat dan mengurangi pengangguran di Kota Cirebon khusunya di lingkungan kelurahan Argasunya.

"Untuk alokasi dana sendiri, masing-masing Kelurahan mendapatkan lebih kurang sebesar Rp 220 juta rupiah, dimana kegiatan CFW ini lebih besar untuk upah para pekerja, di atas 60 persen dari alokasi dana yang diberikan tiap kelurahan," Ujarnya.

Sementara itu Ketua KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) RW 05 Kedung Krisik Utara Kelurahan Argasunya, Misbahudin mengatakan saat ini pelaksanaan CFW atau Padat Karya di Kelurahan Argasunya  telah mencapai 70 persen dan dalam awal bulan september akan selesai 100 persen.

"Pogram CFW atau padat karya di Kelurahan Argasunya meliputi pembangunan  drainase, dan kami berharap secepatnya dalam minggu depan yang 30 persen akan selesai 100 persen, sehingga dapat dinikmati pembangunan ini oleh masyarakat," Ujarnya.

Program CFW ini sangat membantu masyarakat sekali, apalagi dengan adanya Pandemi Covid-19 yang belum tahu kapan akan berakhir, dimana banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan dan usahanya menjadi bangkrut.

"Dengan program CFW atau padat karya ini, upah yang didapat bisa untuk bertahan hidup, dimana gaji untuk pekerja atau buruh sebesar Rp 90 ribu rupiah per hari, sedangkan untuk tukang Rp 110 ribu rupiah per hari," Ungkapnya.

Misbahun yang juga sebagai Ketua RW 05, “Berharap agar kiranya program CFW atau padat karya ini bisa terus berlanjut tahun depan, karena masih ada beberapa RW dilingkungan kelurahan Argasunya belum tersentuh program ini”.

Ujang Ferdi juga berharap sebagai sekertaris BKM agar tahun depan program CFW atau Padat karya KOTAKU ini, bisa  kembali dilaksanakan karena di kelurahan Argasunya  masih banyak drainase yang  belum dibangun di perumahan masyarakat,” Pungkasnya mengakhiri perbincangan. 

(Rio)

Tidak ada komentar