Media Partner

Media Partner

Breaking News

Orang Tua Serta Siswa Tingkat Sekolah Dasar (SD) Se-Kec.Cisalak Sambut Baik Dan Antusias Atas Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM)





SUBANG,Patroli88investigasi.com - Hampir Satu Tahun Setengah ( Pembelajaran Tatap Muka ) di hentikan karena adanya pandemi Covid 19, harapan dan harapan akhirnya kini bisa di rasakan oleh seluruh orang tua Siswa serta Para Guru se-kecamatan Cisalak, setelah adanya kebijakan SKB 4 mentri, Surat Edaran Bupati No KS.01/1965/HK/2021 dan ditindaklanjuti oleh Kepala Dinas Pendidikan Kab.Subang, dengan aturan kebijakan yang harus dilaksanakan diantaranya untuk pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka terbatas, TK/Paud PTM kapasitas 33%, atau 7 Siswa/Kls SD,SMP dan sederajat Kapasitas 50% 16 peserta didik. Senin (16/08/2021).

Korwil Bid.Pendidikan Tingkat SD Kec.Cisalak Sumarna, S.Pd.M.M Pd Mengatakan" Kami sangat senang dan mengucapkan terima kasih kepada para pemangku kebijakan yang telah mengijinkan pelaksanaan PTM, hasil monitoring serta komunikasi yang kami lakukan sejak jauh hari terlebih setelah SKB 4 mentri dan surat edaran Bupati hingga hari Senin ini, kami terus melakukan monitoring ke beberapa Sekolah, untuk memastikan kesiapan dan kesigapan baik dari kebersihan lingkungan Sekolah serta perlengkapan Prokes sesuai aturan, dengan terus berkomunikasi dengan Komite, kepala Sekolah, Staf Pengajar/Guru hingga Siswa dan orang tua Siswa yang hampir 90% merespon baik Pelaksanaan PTM ini." Paparnya.

Dari kesiapan pengadaan Yang berkaitan dengan prokes, itu kami pastikan semua sudah siap, dan tentunya kami akan terus memonitor dan mengingatkan bahkan akan menegur bila ada sekolah yang lalai terhadap aturan yang telah di tentukan, Pada intinya kami di bawah akan patuh dan taat atas kebijakan yang ada.

Mudah-mudahan PTM ini yang sudah diharapkan, dirindukan oleh Dunia pendidikan serta respon dan antusias dari para orang tua Siswa dengan dilengkapi Surat pernyataan dukungan/kesiapan dari seluruh orang tua dalam dukungannya serta Stackholder yang ada, akan terus bisa berjalan lancar tanpa kendala di tengah pandemi ini, dengan saling menjaga,mengingatkan dan tetap mengedepankan aturan prokes yang ada," ujar Sumarna.

Kami Mengucapkan banyak terima kasih kepada Pak mentri, Pak bupati Pak Kadis Kab.Subang serta seluruh Pemangku kebijakan atas pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka ( PTM ) ini, hampir satu tahun setengah sekolah diliburkan, kebijakan Luring serta Daring itu jelas sangat terasa berat dan banyak kendala dari teknik dan non teknis, hasilnya Daring dan Luring itu kurang efektif di Wilayah kami, alhasil Karakter Siswa/i, jelas sangat berubah, etika, bahasa, serta Sikap itu jelas nyata kelihatan ada perubahan khusunya dari Kls 3 sampai Kls 6, perubahan itu hasil pembelajaran awal tatap muka hari ini, "kata Euis kepada awak media Patroli88investigasi.

Disini jelas bahwa peran guru tidak bisa digantikan oleh siapapun, di awal tatap muka ini Siswa/i terlihat senang dan bahagia, walau terbatas hanya 50%, pelaksaan tatap muka itu di bagi 2 sesi tergantung banyaknya siswa sesuai aturan yang ada, mudah-mudahan ke depannya PTM ini  bisa 100% agar anak-anak generasi bangsa ini bisa mendapatkan Ilmu, etika dan tatakrama yang seharusnya mereka dapatkan.

Masih kata Euis" Dari kesiapan sekolah dan menjalankan aturan yang ada tentang Prokes sejak jauh hari kami sudah persiapakan, Sarana dan prasaran itu kami kedepankan, kebersihan itu selalu kami jaga kelengkapan prokes,pun itu semua sudah ada,"Pungkasnya.

Menanggapi Pelaksanaan PTM ini Salah satu orang tua Siswa bernama Didi mengungkapkan" Syukur alhamdulillah saya merasa senang dan bahagia anak kami bisa kembali mengeyam pendidikan yang selama ini terhenti, Satu tahun setengah anak-anak belajar di rumah dengan Luring dan Daring tidak berjalan baik, jelasnya selama ini kami sebagai orang tua yang banyak membantu bahkan mengerjakan PR yang sekolah berikan, anak-anak malah asik dengan HP dan tidur.

Rasa syukur dan terima kasih saya sampaikan kepada Pemerintah Pusat dan daerah atas kebijakan Pelaksanaan PTM ini, saya sebagai orang tua sudah lelah dan cape dengan semua ini, pada siang hari harus banting tulangencari sesuap nasi dan pada malam hari harus memutar otak untuk membantu isi soal jawaban, yang tidak saya pahami, untuk itu saya berharap agar kebijakan ini tetap berjalan bahkan seperti biasa lagi,"harapnya.

(Gerry)

Tidak ada komentar