Media Partner

Media Partner

Breaking News

Bersama Lawan Covid-19, Wali Kota Ajak Masyarakat Ilhami Perjuangan Kapten Samadikun

 



Cirebon, patroli88investigasi.com – Kisah heroik tentang perjuangan dan pengorbanan Kapten (Anumerta) Samadikun di Perairan Cirebon pada 5 Januari 1947 mengandung pesan penting bagi segenap anak bangsa, guna memotivasi untuk memiliki semangat perjuangan dalam menghadapi setiap tantangan.

Kisah itu disampaikan Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, S.H. dalam pidatonya saat memimpin upacara peringatan Hari Kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia tingkat Kota Cirebon, di halaman gedung Setda Kota Cirebon, Selasa (17/08/2021). 

Azis mengatakan, perjuangan Kapten (Anumerta) Samadikun selain heroik, juga tidak memperhitungkan untung rugi bagi dirinya.

“Ia rela mengorbankan jiwa dan raganya, gugur dan tenggelam bersama Kapal Gajah Mada yang dipimpinnya,” Ujar Azis.

Pertempuran di Perairan Cirebon tersebut bermula dari latihan gabungan Angkatan Darat, Angkatan Laut, Polisi dan Laskar-laskar di Karesidenan Cirebon pada 1-5 Januari 1947. Pada hari terakhir latihan, dalam perjalanan menuju ke utara dengan formasi iringan, mereka bertemu dengan Kapal Perang Belanda.

“Tembakan Kapal Perang Belanda membuat Kapal Gajah Mada terbakar, sehingga para awak Kapal Gajah Mada mencoba menyelamatkan diri dengan menceburkan diri ke laut. Letnan I Samadikun pada saat itu justru naik ke atas anjungan kapal dan melakukan serangan balasan menggunakan Mitraliyur 12,7 milimeter,” Ungkap Azis.

Akhirnya, lanjut Azis, tembakan terakhir Kapal Perang Belanda tepat mengenai kamar mesin Kapal Gajah Mada. Letnan I Samadikun yang berada di atas anjungan terkena pecahan peluru, hingga tangan kirinya putus dan tenggelam bersama Kapal Gajah Mada.

“Menangkap spirit dari kisah heroik tersebut, kinilah saatnya kita mengetuk sanubari kita untuk menakar, seberapa besar kadar cinta kita terhadap bangsa dan negera ini,” ujarnya.

Ditambahkan Azis, kadar cinta itu tidak ditentukan oleh seberapa penting posisi seseorang, atau seberapa tenar namanya. Melainkan diukur dari keikhlasan dan ketangguhan dalam menjalankan tugas yang melekat di pundak masing-masing.

“Pada kondisi saat ini, hari-hari kita masih dihadapkan pada pertempuran melawan Covid-19 yang kita semua tidak pernah tahu, kapan pertempuran ini akan berakhir. Sebagai bangsa pejuang, kita pastikan bahwa kita harus memenangkan peperangan ini,” kata Azis.

Untuk itu, Azis mengajak kepada semua masyarakat Kota Cirebon untuk kembali meneguhkan tekad bersama, dengan keikhlasan dan ketangguhan sebagai bangsa pejuang, tanpa keluh kesah yang terlintas di hati dan terucap dalam lisan.

“Untuk berdiri bersama, dengan semangat yang sama, memenangkan peperangan melawan Covid-19 di bumi yang kita cintai ini,” katanya.

Sementara itu, upacara peringatan Hari Kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia digelar penuh khidmat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Di akhir rangkaian upacara, Wali Kota Cirebon juga menyerahkan penghargaan kepada beberapa pihak yang dinilai telah berkontribusi positif bagi Kota Cirebon, termasuk dalam penanganan pandemi Covid-19.

 (Rio)

Tidak ada komentar