Media Partner

Media Partner

Breaking News

Diduga Juragan Tanah Klem Gunakan Lahan Aset Kota Tasikmalaya


 Tasikmalaya Kota,Patroli88investigasi.com –Berawal dari lahan carik Desa Sukamajukaler Kec. Indihiang Kota Tasikmalaya. AH (inisial) beralamat Kp. Pasangrahan Kel. Indihiang Kec. Indihiang Kota Tasikmalaya seorang pengusaha di Kota Tasikmalaya disebut-sebut sebagai juragan tanah diduga telah mengkleam aset kota tasikmalaya seluas tanah daratan sekitar 644 m2 blok Gg. Manggu Kelurahan Sukamajukaler Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya Wilayah tersebut dulunya carik desa kini menjadi aset Kota Tasikmalaya, Jum'at (16/07/2021).

Hal ini menjadi masalah sehingga membuat gaduh warga kel. Sukamajukaler dengan adanya pekerjaan perataan, pengurugan atas lahan tanah aset kota yang dilakukan oleh AH. Dari informasi masyarakat setelah dilakukan investigasi awak media Patroli88investigasi.com menemui beberapa sumber untuk menggali informasi terkait lahan aset kota yang di kleam (dimiliki) AH.

" Dari sejak dulu juga ini tanah carik desa sukamajukaler karuhun (sesepuh /orang tua) mengahibahkan teruntuk kapentingan desa sukamajukaler, ini sejak dulu merupakan tanah carik desa sesepuh (orang tua) dahulu menghibahkan untuk kepentingan desa sukamajukaler," Ungkap tokoh masyarakat yang enggan namanya dipublikasikan. ARF (inisial) Ketua RT 03 RW 04 berlamat Kp. Parakanhonje RT 03 RW 04 Kel. Sukamajukaler Kec. Indihiang Kota Tasikmalaya salah seorang yang ditugaskan AH untuk turut serta mengerjakan pengurugan, pemerataan lahan aset kota dimaksud, Minggu 11/07/21 dikediaman ARF menceritakan kepada awak media patroli88investigasi ihwal awal muawal digunakannya lahan aset kota blok Gg Manggu Kel Sukamajukaler Kec Indihiang Kota Tasikmalaya. Mengatakan ARF, dirinya mendapat perintah oleh AH untuk mengurus surat surat atas kepemilikan lahan yang ditunjuk oleh AH sebagaimana pengakuan bahwa lahan tersebut miliknya. ARF berkordinasi dengan Pemerintah Kelurahan untuk mendaftarkan lahan tanah tersebut pada Program Sertifikat PTSL yang nantinya sertifikat tersebut akan dijadikan atas nama anak dari AH.  

ARF pun mengatakan bahwa keberadaan lahan tersebut diduga AH tidak mengantongi bukti sah kepemilikan atas tanah tersebut, hingga pengurugan, perataan lahan tanah yang menggunakan alat berat namun itupun dikerjakan tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu ke pihak Pemerintah Kecamatan dan Kelurahan ". ungkap ARF. Ko bisanya pengerjaan tanpa ada bukti sah kepemilikan tanah dan tidak berkoordinasi dengan pihak pemerintah setempat sedang pekerjaannya menggunakan alat berat lebih dari itu lahan tanah tersebut akan didaftarkan melalui Program PTSL. Dengan adanya riak di masyarakat melalui Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) beserta Forum Rukun Warga (RW) Sukamajukaler mempertanyakan atas pekerjaan pemerataan, urugan lahan carik desa (aset kota) sebagaimana lokasi dimaksud mempertanyakan ihwal status keberadaan lahan tersebut.

Setelahnya lalu Pemerintah Kelurahan Sukamajukaler Kec. Indihiang Kota Tasikmalaya mengambil langkah upaya penyelesaian dengan pihak AH. Lalu atas undangan AH melalui ARF yang disampaikan kepada pihak kelurahan. Menurut keterangan ARF pada Jumat 09/07/'21 diadakan pertemuan yang hadir atas undangan AH pada saat itu Lurah beserta Sekertaris Kelurahan (Seklur) Sukamajukaler bertemu langsung  dengan AH untuk menyelesaikan dugaan perkara tentang hak kepemilikan lahan tanah , dari hasil pertemuam ARF mengatakan bahwa AH menyerahkan lahan tanah aset kota yang telah digarap dikarenakan atas dasar ketidak tahuan bahwa lahan tersebut sebetulnya bukanlah miliknya. Ini pun dibenarkan Wasliman Lurah Sukamajukaler saat ditemui awak media patroli88investigasi bahwa kini status lahan tersebut sudah menjadi Aset Kota. 

Perlu dipandang adanya keseriusan Pemerintah Kota Tasikmalaya khususnya bidang aset dalam pengelolaan aset agar hal ini tidak terulang kembali seperti adanya dugaan kasus perkara lahan tanah aset kota. Lantas bagaimana mempertanggungjawabkan atas prilaku yang telah berbuat dengan sengaja atau ketidaksengajaan jika memang terbukti dugaan terindikasi mengalih fungsikan, menggunakan, memindahkan hak kepemilikan aset kota / negara demi kepentingan pribadi atau kelompok sebagaimana telah ditetapkan pada peraturan yang berlaku. 

(Ayep,Aji)

Tidak ada komentar