Breaking News

SMK Islamic Centre Kedawung Berharap Dapat Laksanakan PTM Pada Juli Mendatang Sesuai Arahan Mendikbud



Cirebon, patroli88investigasi.com - SMK Islamic Centre  Kedawung, Insya Allah dapat menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM) rencananya Juli 2021. Berharap kiranya dukungan semua pihak sehingga dapat terealisasi, Senin (07/06/2021).

Hal tersebut disampaikan Kepala SMK Islamic Centre Kedawung, Drs. H. Pathudin,M.Si menyikapi pernyataan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim terkait rencana kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah-sekolah kembali dibuka pada Juli 2021.

H. Pathudin memastikan pihaknya optimistis dapat melaksanakan PTM tahun ajaran 2021-2022."Optimisme kita sama-sama, kita tidak bisa bekerja sendiri. Guru, sekolah, masyarakat dalam hal ini orang tua siswa juga harus mendukung untuk PTM ini," ungkapnya.

Dengan telah selesainya vaksinasi Covid-19 tahap kedua pada seluruh guru, staf dan karyawan Yayasan Islamic Centre Kedawung Kab. Cirebon. 

Penyediaan fasilitas pendukung penerapan protokol kesehatan seperti alat pengukur suhu tubuh, wastafel dan sabun cuci tangan di setiap sudut lingkungan sekolah, hingga menyediakan masker gratis bagi siapa saja yang akan memasuki wilayah sekolah tanpa menggunakan masker.

Untuk vaksinasi, Lebih lanjut Kepsek SMK Islamic Centre Kedawung itu menuturkan sebanyak 115 orang tenaga pendidik dan non pendidik beserta karyawan Yayasan Islamic Centre sudah dilakukan vaksinasi. Namun tidak mencapai 100 persen lantaran ada beberapa orang  yang memiliki penyakit bawaan sehingga tidak memenuhi syarat menerima vaksin Covid-19 dan juga ada yang sudah mendapat vaksinasi di asal tempat tinggalnya.

" Jadi kita tidak mengambil resiko. Itu bagian dari program vaksinasi yang sudah dipersiapkan dari Dinas Kesehatan," ujarnya.

Ketika pelaksanaan PTM, nantinya juga akan diberlakukan sistem shif. Dimana siswa yang masuk ke kelas akan dibagi dan waktu pembelajaran akan dikurangi, jarak antar meja siswa juga akan diterapkan.

H. Pathudin menuturkan, dari aturan yang sudah kita terima dari kementerian, ditindaklanjuti oleh Gubernur dan disebarkan Dinas Pendidikan. Kalau biasanya jam belajar normal itu 45 menit, kita bisa kurangi, paling lama 20-30 menit.

"Kemudian selama ini kita daring, kita coba luring, artinya masuk ambil berkas, kita datang tatap muka. Ketika ada orang tua yang anaknya sakit atau kurang fit kita beri keleluasaan," jelasnya.

H. Pathudin menilai, proses PTM memang diperlukan terkhusus bagi SMK, karena tidak hanya materi tetapi juga ada praktek yang harus dilakukan. Sementara untuk praktek tidak dapat dilakukan secara online saja. Contohnya untuk praktek bongkar pasang mesin tidak bisa online.

"Kami sangat yakin serta berharap  PTM dapat dilaksanakan apabila kita dari sekolah, orang tua, siswa dan masyarakat mendukung. Karena bagaimanapun kalau sekolah seperti ini terus tidak akan memberikan hasil yang maksimal," tandasnya.

“Adapun jumlah siswa SMK Islamic Centre Kedawung saat ini adalah 2399 siswa. Jumlah tersebut belum termasuk calon siswa kelas X yang akan masuk di tahun ajaran baru ini,” Pungkas Kepala Sekolah SMK Islamic Centre, Drs. H. Pathudin, M.Si (Rio)

Tidak ada komentar