Media Partner

Media Partner

Breaking News

Nama Bupati Klaten Dicatut di Akun WA, Modusnya Galang Dana


Kabupaten Klaten-Patroli88investigasi.com--Nama Bupati Klaten, Sri Mulyani dicatut orang tak bertanggung jawab di akun WhatsApp (WA). Akun yang mengatasnakan bupati itu menipu sejumlah pengurus BUMDes, kepala desa dan pejabat di Pemkab Klaten dengan modus menggalang dana.

Informasi yang dihimpun, penggalangan dana dengan mencatut nama Sri Mulyani itu beredar sejak, Sabtu (12/06/2021). Nomor akun WA itu adalah 085964224593. Pada foto profil akun palsu itu menggunakan wajah Sri Mulyani dengan mengenakan jilbab warna merah.

Akun palsu itu awalnya menghubungi korban lewat chat WA. Pelaku kemudian mengaku sebagai Bupati Klaten. Setelah itu pelaku langsung menyampaikan maksud dan tujuannya mengirim pesan yakni menggalang dana atau donasi berupa uang untuk pondok pesantren.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Klaten, Amin Mustofa saat dikonfirmasi memastikan akun WA tersebut bukan milik Bupati Klaten, alias akun palsu. Dengan demikian, isi dalam pesan tersebut juga informasi palsu dan bukan dari Bupati Klaten.

Akun tersebut menghubungi sejumlah pihak dengan maksud menggalang dana sosial. Jadi harap hati- hati dengan pesan yang mengatasnamakan bupati itu. Karena itu hoaks, ujarnya, Sabtu malam.

Akun palsu itu menyasar pengurus BUMDes, kepala desa, dan pejabat struktural Setda Klaten. Dalam prakteknya, pelaku mengirim pesan berupa penggalangan dana untuk pondok pesantren. Namun saat direspon, akun itu justru tidak mengenal calon korbannya. 

Minta sumbangan. Saat direspon, akun itu justru tidak mengenal siapa yang merespon pesan broadcast tersebut. Pelaku justru menanyakan siapa yang merespon pesan tersebut dengan gaya penulisan yang tidak biasa, imbuhnya.

Lantaran akun WA ini dipastikan palsu, pihaknya meminta kepada semua masyarakat agar tidak merespon pesan tersebut. Sebaliknya, pihaknya menyarankan bagi siapa saja yang mendapat pesan serupa dengan mencatut nama bupati itu agar segera diblokir.

Segera konfirmasi ke Pemkab Klaten terkait kebenarannya. Kalau bisa, segera diblokir saja, pungkasnya.(Muhamad Riyadi)

Tidak ada komentar