Breaking News

Proyek Fisik Tol Yogya- Solo di Klaten Akan Diawali dari Kuncen


Kabupaten Klaten-Patroli88investigasi.com-Pengerjaan fisik proyek jalan tol Yogya- Solo di Kabupaten Klaten rencananya diawali dari Desa Kuncen, Kecamatan Ceper. Pengerjaan fisik akan dimulai sekitar satu atau dua bulan kedepan menunggu tahapan pembebasan lahan di Desa Kuncen selesai.

Hal itu disampaikan oleh salah satu staff Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) jalan tol Yogya- Solo, Christian Nugroho. Pihaknya mengatakan pengerjaan fisik jalan tol Yogya- Solo dimulai dari Kartosuro wilayah Ngasem yang mengarah ke Boyolali. Kini tahapannya sudah dimulai.

Untuk yang di Klaten waktu dekat ini bisa masuk ke Kuncen. Fisik bisa masuk setelah ada pembebasan lahan di Kuncen, jadi nunggu dulu. Mungkin satu atau dua bulan lagi, ujarnya, Jumat (28/05/2021).

Pihaknya mengatakan alasan pengerjaan fisik tol Yogya- Solo di Klaten diawali dari Kuncen karena desa itu nantinya akan menjadi exit tol yang menghubungkan jalan raya nasional menuju jalan tol. Sehingga, tahap pengerjaan fisik akan lebih mudah lewat Kuncen dalam mengangkut material. 

Kebetulan Kuncen itu kan exit tol menuju jalan nasional. Jadi akses alat material saat pembangunan akan lebih mudah, dari jalan nasional bisa langsung masuk, imbuhnya.

Apalagi, lanjut Cristian, di samping Desa Kuncen yakni Desa Kapungun akan dijadikan simpang susun. Pihaknya mengungkapkan, pembangunan simpang susun jalan tol memang diutamakan dalam pengerjaannya karena membutuhkan material- material yang lebih banyak.

Sementara itu, Kepala BPN Klaten, Agung Taufiq Hidayat mengaku tahapan tol Yogya- Solo di Klaten berjalan lancar. Sebagian sudah ada yang menerima uang ganti kerugian dan sebagian lagi masih tahap musyawarah ganti kerugian. Menurutnya, tahapan ini akan jalan terus sesuai jadwal.

Jumlah lahan terdampak proyek tol Yogya- Solo di Kabupaten Klaten sekitar 4.071 bidang atau seluas 3.728.114 meter persegi. Lahan itu tersebar di 50 desa di 11 kecamatan. Agung mengungkapkan, tahapan musyawarah ganti kerugian sudah menjangkau 1.125 bidang di 14 desa.

Hari ini musyawarah sudah sampai Karanganom. Sedangkan yang di Polanharjo, sebagian sudah mulai masuk tahap pembayaran ganti kerugian, pungkasnya.(Muhamad Riyadi/mulus)

Tidak ada komentar