Breaking News

P3AI MITRA CAI DESA PADAREK LAKSANAKAN PROGRAM PERCEPATAN KEMENTRIAN 2021




Kuningan Patrili88investigasi.com-warga masarakat desa padarek Kecamatan kuningan Kabupaten kuningan bahu membahu melakukan kegiatan pembangunan saluran Drainase Daerah Irigasi (DI) melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) dari direktorat Sumber Daya Air (SDA) melalui sumber dana APBN tahun 2021



Exbang OPIX Desa padarek di dampingi Kadus kampung manis BENI.H ketika ditemui Awak media diruang kerjanya mengatakan, tujuan pembangunan saluran Drainase sepanjang  500  meter dengan Tinggi 75Cm di Blok Pakuwon tersebut, Untuk Mengari mengairi lahan pesawahanha,dan pertanian melaui program percepatan peningkatan tataguna air irigasi dari direktorat SDA ini dengan nilai sebesar Rp195.000.000 dari APBN tahun 2021.

Dan Program tersebut pengerjaanya langsung dikelola oleh P3A Mitra Cai Desa padarek

Ekbang Opix jg Menambahkan, bahwa dengan ada program

Tersebut,  Bertujuan guna memenuhi kebutuhan air pada sawah masyarakat, terutama petani pada saat musim kemarau. Sehingga, dengan adanya saluran irigasi para petani tidak kesulitan untuk mengairi lahan sawah ketika dimusim Kemarau,"Tegasnya..

 Exbang opik menghimbau kepada P3Ai dan masyarakat yang mengerjakan proyek tersebut agar dalam pengerjaannya menjaga mutu dan kwalitas bangunan,  Dan Proyek tersebut juga didampingi Tim Pendamping Masyarakat (TPM) dari Bbws Cisanggarung.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada pemerintah dalam hal ini Direktorat SDA pusat melalui BBWS- CS, yang telah memberikan bantuan program pembangunan percepatan peningkatan tataguna air irigasi yang sangat bermanfaat bagi warga masyarakat petani untuk penyediaan kebutuhan Air, dan agar pencapian panen yang Maximal, 

Ketua P3Ai Desa Padrek PARMAN Mengucapkan Alhamdulillah...beliau sangat mengapresiasi terhadap program  pembangunan Daerah Irigasi  di sepanjang lahan sawah, dan berharap agar bisa mendapatkan lagi proyek tersebut karena masih banyak sekali yang belum ter Airi.

(Supri wapim/red)

Tidak ada komentar