Breaking News

BRT Trans Cirebon Dioperasikan, Kota Cirebon Diyakini Akan Semakin Maju


Cirebon, patroli88investigasi.com - Bus Rapid Transit (BRT) Trans Cirebon segera mengaspal di Cirebon. Pengoperasian BRT Trans Cirebon diyakini akan membuat Kota Cirebon semakin maju.

Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH., saat Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Layanan Penerimaan Pembayaran Tiket BRT Trans Cirebon di ruang Adipura Kencana, Balai Kota Cirebon, Jumat,(09/04/2021).

“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang peduli terhadap persoalan yang dihadapi oleh Pemda Kota Cirebon,” ungkap Azis. Dijelaskan Azis, sudah dua tahun BRT diterima Pemda Kota Cirebon, namun tak kunjung dioperasionalkan.

Bahkan ada sejumlah pihak yang akhirnya menyarankan agar BRT itu dikembalikan lagi. “Tapi masa kita yang minta lalu kita yang mengembalikan,” ungkap Azis. Untuk itu pihaknya berupaya dengan segala potensi yang dimiliki agar BRT Trans Cirebon ini bisa beroperasi. “Alhamdulillah akhirnya kerjasama hari ini bisa terwujud. Sehingga bisa mengoptimalkan pemanfaatan BRT Trans Cirebon untuk kepentingan masyarakat,” ungkap Azis.

Keberadaan BRT Trans Cirebon diyakini akan membuat Cirebon menjadi kota yang semakin maju. “Salah satu ciri kota yang maju yaitu adanya angkutan umum massal seperti bus,” ungkap Azis. Selanjutnya jika dalam pengoperasian BRT Trans Cirebon ini ada sejumlah kendala, Azis meminta dinas terkait dan pengelolanya untuk tidak patah semangat. “Yang membuat saya bahagia, BRT Trans Cirebon mengoptimalkan pembayaran secara digital dengan melibatkan Bank Indonesia dan BJB,” ungkap Azis.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon, Drs. Andi Armawan, menjelaskan soft launching BRT Trans Cirebon rencananya 12 April 2021 bersamaan dengan soft launching alun-alun Kejaksan. “Untuk dua minggu pertama gratis,” ungkap Andi. Ke depannya Andi berharap keberadaan BRT Trans Cirebon ini bisa melintas di beberapa kabupaten dan kota di wilayah Cirebon. “Seperti di Bandung,” ungkap Andi. Melalui perjanjian kerjasama lima daerah yaitu Kota dan Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Sumedang dan Kota Cimahi hingga akhirnya BRT bisa mengaspal di wilayah-wilayah tersebut.

Andi mengakui dioperasikannya BRT Trans Cirebon akan memunculkan dinamika dari angkutan umum lainnya. “Namun yang perlu diingat, BRT ini tidak menaikkan dan menurunkan penumpang di sembarang tempat,” ungkap Andi. Hanya di shelter-shelter yang sudah ditentukan. Sehingga masyarakat bisa memilih hendak menggunakan angkutan umum yang mana. Rencananya BRT Trans Cirebon juga akan mengambil jalur di wilayah Kabupaten Cirebon. Pihaknya telah melakukan koordinasi dan kerjasama dengan Pemda Kabupaten Cirebon dan saat ini akan semakin diintensifkan.

Sementara itu Kepala PwBI Cirebon, Bakti Artanta, menjelaskan digitalisasi saat ini tidak bisa dielakkan. “Kalau dulu yang namanya digitalisasi masih suatu alternatif, tapi sekarang digitalisasi di daerah itu kewajiban yang tidak bisa ditolak,” ungkap Bakti. Bakti juga menyambut baik dioperasionalkannya BRT Trans Cirebon dengan menggunakan QRIS yang sangat mudah dioperasionalkan. Yaitu dengan menggunakan smartphone yang saat ini sudah dimiliki sebagian besar masyarakat. “Sehingga ekosistem digital akan tercipta dengan cepat di Cirebon,” ungkap Bakti (Rio)

Tidak ada komentar