Breaking News

AKSI SOLIDARITAS FORUM JURNALIS CIAMIS MELAWAN LONTARKAN KECAMAN STOP !!! KEKERASAN TERHADAP JURNALIS


Ciamis - patroli88investigasi.com_Sedikitnya lima puluh Jurnalis Kabupaten Ciamis, Jawa Barat yang tergabung dalam Forum Jurnalis Ciamis Melawan (FJCM) melakukan aksi solidaritas atas kejadian Kekerasan terhadap Jurnalis Tempo Yaitu Nur Hadi, Sabtu pekan (27 Maret 2021) di Surabaya. 



Aksi yang dilakukan puluhan Jurnalis ini menuntut kepada Polres Ciamis untuk menyampaikan ke atasannya bahwa kejadian dugaan kekerasan terhadap wartawan/jurnalistik adalah sama saja menyakiti bangsa dan negara, Senin, (05 April 2021),di Alun - Alun Kota Ciamis.

Pasal jurnalis telah tertera dalam UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Kebebasan Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Mereka mengutuk dan menuntut keras kepada terduga pelaku kekerasan terhadap wartawan yang di lakukan sejumlah pihak dibalik orang - orang atau gladiator terduga korupsi. 

Sebagaimana yang terjadi, Nur Hadi jurnalis Tempo di Surabaya yang tengah meliput atas dugaan Tindak Pidana Korupsi terhadap mantan Direktur Pemeriksaan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Angin Prayitno Aji (APA) yang sudah dipanggil KPK Komisi Pidana Korupsi.

Ketua Kordinasi Lapangan (Korlap) Aksi, Edo jurnalis inijabar.com dalam Orasinya melontarkan bahwa,"Aksi solidaritas ini kami lakukan atas dukungan kepada jurnalis Tempo, Nur Hadi di Surabaya yang mendapat tindakan kekerasan saat melakukan tugas sebagai jurnalis," tuturnya.

Pihaknya, menuntut pengusutan kasus penganiayaan terhadap Nurhadi Jurnalis Tempo tidak hanya dilakukan oleh jurnalis Se-Surabaya, kami pun jurnalis di Kabupaten Ciamis turut serta mendukung dan menyuarakan bentuk kepedulian dan menyuarakan bersama. "Kami berharap kasus kekerasan terhadap wartawan ini diusut tuntas. Pelakunya ditangkap dan dihukum dengan hukuman setimpal, dan kami harap peristiwa ini jangan sampai terulang lagi," Ujar Edo.

Salah satu aksi solidaritas, Arif Ma”ruf selaku Ketua IPJI Ikatan Penulis Jurnalis Indonesia Kabupaten Ciamis dihadapan auden, menuntut kepada Kepolisian RI untuk segera menangkap dan mengadili pelaku serta aktor intelektual kasus kekerasan yang menimpa Nur Hadi dan meminta Kepolisian membuka kasus ini secara transparan kepada publik. 

"Usut tuntas kasus kekerasan serta intimidasi yang dialami Nurhadi jurnalis Tempo di Surabaya, dan bawa pelakunya ke peradilan agar mendapat hukuman yang setimpal. 

Lebih lanjut, Arif Ma'ruf yang akrab di sapa Golun ini pun mengungkapkan, Bahwa jurnalis dalam melakukan peliputan atau kegiatannya itu dilindungi UU Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalistik. Untuknya, Negara harus menjamin perlindungan kepada Jurnalis saat melakukan tugas jurnalistik," Katanya. 

Hal senada juga di ungkapkan, Heru Pramono selaku Sekertaris (Sekjen) IPJI Kabupaten Ciamis sekaligus Kepala Biro media Medikom & Medikomonline.com melalui aksi solidaritasnya mengatakan. "Kami insan pers Kabupaten Ciamis,Mengutuk dan menuntut keras kepada intansi pemerintah sebagai gerbang keadilan di jalur hukum yakni Kepolisian RI, untuk segera melakukan proses hukum & jatuhi hukuman yang seberat - beratnya bagi terduga pelaku sesuai per Undang - Undangan yang berlaku," kata Heru.

Dirinya meminta kepada aparat kepolisian atau intansi mana pun selaku penyelenggaran negara untuk bisa menghargai profesi jurnalis, karna Jurnalis dididik untuk konfirmasi, bukan untuk berkelahi sebagaimana amanat UU Pers No 40 Tahun 1999 & Kode Etik Jurnalistik."Lakukan proses hukum sebagaimana mestinya hukum tegakkan seadil - adilnya. Jangan di akal - akali atau di politisi (permainkan) bahwa hukum untuk kepentingan pribadi/segelintir kelompok atau Golongan saja," tambahnya.

Dirinya pun mengungkapkan kecaman dalam Orasi STOP !!! KEKERASAN terhadap Profesi Jurnalistik. Bahkan meminta kepada siapapun, ciptakan kondusifitas daerah khusunya Ciamis umumnya Indonesia tercinta. "Mari kita sama – sama wujudkan Indonesia adalah Negara  berbangsa yang besar, berbudi pekerti yang luhur, hebat nilai budayanya serta yang penuh etika baik, ramah tamah dan rendah hati," harap pintanya tegas.

(Ayep,Aji/Moh Asep)

Tidak ada komentar